Jangan pernah

Pernah antri kan? Pernah dong.
Bukan, ini bukan tentang perilaku budaya antri yang masih menyebalkan; juga bukan tentang saling serobot di antrian, atau mengeksploitasi anak agar bisa ‘menyusup’ di antrian.

Situasinya begini. Anda sudah dalam antrian di gerbang pintu tol untuk membayar tarif tol. Beberapa mobil ada di depan anda.
Antriannya tertib, tidak ada yang berusaha saling menyela. Konsep FIFO berlaku di sini. Aman dong.

Semakin pendek antrian tentu akan relatif lebih cepat mendapat giliran membayar tol. Tapi, saran saya, janganlah terlalu berharap akan hal tersebut. Banyak sekali faktor yang suka ataupun tidak suka dapat mempengaruhi kesesuaian harapan dengan kenyataan.
Nah, pengemudi mobil di depan anda ternyata belum menyiapkan uang untuk membayar. Butuh beberapa detik untuk menguji kesabaran anda.
Astaga, petugasnya sekarang yang lelet. Lama memproses pembayarannya, harus menyiapkan uang kembalian pula.
Udah dapat kembalian dong… Tapi kenapa cuy gak segera jalan mobilnya. Yah begitulah. Ada saja alasan untuk harus bersabar.

Moral of the story
Jangan pernah berharap segala sesuatu dapat berjalan dengan normal, sesuai dengan harapan.
Ingatlah, faktor keberuntungan tidak hanya berlaku dalam anda menentukan jalur antrian mana yang anda ambil. Nyasar ke blog ini pun!
Setidaknya belajar bersabar dalam meresponse segala hal; dan tidak harus membandingkan dengan keberuntungan pihak lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *