Apakabar JAVA?

Kangen rasanya udah lama ngga temu kamu. Padahal baru beberapa bulan. Ah..JAVA emang ngebut banget perkembangannya. Keteteteteteran deh ngikutin perkembangannya. Yang aku inget terakhir sih (pas belum kebagian assigment baru), nyoba ngutak-utik lomboz pake eclipse. Gile, sekarang udah lupa. 🙂 Belum juga nyoba yang lainnya, pengen nyoba juga Hibernate, XML-RPC. Hhmm trus pengen nyoba juga bikin SMS/MMS gateway. Mas Bisyron bilang di group java-id@yahoogroups.com untuk nyoba pake Open SMPP, atau NowSMS. Tapi kapan ya?

Btw, gimana ya kabarnya Websphere? udah nyampe versi berapa ya? masih lemot ngga ya? Aku yakin sih masih… hehehehe.. slowly is absolutely ‘trademark’ of java (?).

Tapi java cool banget lho. Asli! Rugi deh kalo ngga kenal dia.
Miss U.

Mengapa ini yang terjadi

Besuk mesti ke customer lagi di senayan. Hmm dua hari ini aku lumayan nyantai — jadi bisa nge-blogg 🙂 — Harusnya hari ini aku sedang melakukan pra-UAT untuk transaksi pembelian voucher (pre-paid) telkomsel. Tapi ditunda besuk pagi, 3 hari!

Jadi kalau schedulenya ngga berubah (lagi?), hampir dipastikan ngga bisa nge-blogg lagi. *thuink* (tiba2 bertanya:) kenapa ya di dunia IT sering kali susah untuk mendapatkan kepastian, dan sering sekali ditemukan perubahan2 (–kok jadi bego gini ya nanyanya).

Maksudnya, aku ngga tau apa ini ironi atau apa. Dunia IT yang konon di dalamnya berlaku kaidah2 dan entitas yang terukur, objectif, exact, 1=1, false=false dan lain-lain nya yang sejenis dengan itu, ternyata tidak ada artinya karena masih ada satu entitas lagi yang paling dominan peranannya, yaitu MANUSIA! Ya…brainware, attitude-ware, dan ware-ware lainnya (ngawur ya? hehehe) ternyata sangat besar peranannya.

Semua inilah yang menyebabkan schedule yang kemarin berubah-ubah (baca:bergeser dan bergeser tanggalnya) terus. Tapi mo gimana lagi yak! Emang mesti kitu kali… Hehehe jadi panjang kan? udah ah.. piss deh!

Sedikit tentang IT

Monday, June 14, 2004

Setelah beberapa bulan ‘nyemplung’ (lagi) ke dunia aplikasi dengan pendekatan prosedural dan escape (sejenak?) dari Object Oriented paradigma, saya menemui sebuah pengalaman baru yang mungkin dapat dijadikan sedikit referensi bagi implementasi produk IT di dunia nyata (baca: bukan dunia IT). Seperti banyak diketahui bahwa setidaknya terdapat 2 pendekatan yang paling menonjol dewasa ini dalam hal pemecahan masalah dengan menggunakan teknologi informasi; atau lebih sempit lagi, dalam dunia pemrograman aplikasi komputer, terkenal 2 paradigma, yaitu Procedure programming dan Object-Oriented Programming. Dewasa ini muncul lagi pendekatan baru yaitu Aspect-Oriented Programming.

Saya mungkin tidak dapat menguraikan satu persatu pengertian-pengertian tersebut di atas. Tapi yang jelas, pendekatan yang terkini cenderung lebih maju, walaupun –menurut saya– dalam hal maturitas pendekatan old-style (baca: Procedure programming) adalah lebih mature. Misalnya antara Procedure Programming dengan Object-Oriented programming, tentu OO Programming lebih maju dari segi konsep, ‘ideologi’ dan mungkin juga ‘nilai jual’ dari aplikasi yang dihasilkan.
Lalu bagaimanakah pandangan user terhadap 2 ‘mahsab’ ini? Sebagian user yang aware terhadap teknologi, entah memahami betul konsep OO ataupun termakan jargon orang marketing, tentu jika ditawari solusi OO akan senang sekali untuk menggunakan solusi OO tersebut. Sebagian lainnya ada juga yang tidak begitu mempersoalkan dengan cara apa dan bagaimana solusi yang diberikan oleh vendor IT bagi bisnis mereka.

Akhir-akhir ini saya terlibat di dalam project yang menggunakan pendekatan procedure programming. Saya hanya menerima ‘warisan’ project dari para ‘alumni’ periode sebelum saya (kapan ya saya bisa jadi ‘alumni’?). Tanpa bermaksud mengurangi dari ‘jasa’ mereka yang telah membuat aplikasi tersebut berjalan sedemikian rupa, tentu –menurut pendapat saya– banyak terdapat hal-hal yang jika dilihat dari kacamata dunia OO hal itu merupakan weakness point. Misalnya dengan banyaknya kode-kode program (source-code) yang ditulis berulang sehingga listing programnya menjadi panjang; ataupun dengan banyaknya statement GOTO yang kadang menyebabkan source-code tersebut seperti –apa yang dikatakan orang-orang sebagai:– sarang laba2. Tentu hal ini tidak dapat dipermasalahkan dan sah-sah saja, karena dari sisi logika proses bisnis, hal itu tidak menimbulkan masalah. Artinya, aplikasi tersebut sejauh ini working properly. Lagi pula memang banyak alasan mengapa digunakan pendekatan procedure programming dalam hal ini. Salah satu alasan yang tepat adalah mungkin karena pada waktu itu konsep OO belum lahir. Ditambah lagi, sepertinya dari sisi environment (misalnya hardware, operating system, development tools) juga tidak mendukung.

Dari sini mungkin dapat disimpulkan bahwa tidak ada yang terlalu jelek ataupun terlalu bagus dalam dunia IT, karena tidak ada yang baru dalam dunia IT karena yang ada adalah yang ‘paling baru’ — dan itupun tidak lama! Dan bahwa semua menempati atau mendapatan bagian masing-masing dalam kapasitasnya masing-masing memang benar adanya. Karena tidak ada monopoli dalam dunia IT. Dalam pandangan orang-orang marketing IT, yang ada adalah semangat ‘persatuan dan kesatuan’ dalam mendapatkan kue project IT. 🙂

Nasib Cuti

Masuk kerja lagi. Kemarin udah cuti 2 hari. Sebenernya udah submit cuti 6 hari, ngehabisin cuti besar 3 tahunan yang akan expired bulan ini. Tapi akhirnya hari ini masuk lagi. 🙁

Ayo sekolah…

Tadi siang diberitahu pihak HRG, bahwa permohonan beasiswa untuk sekolah lagi di setujui. Wah! mepet banget kasih taunya, nyaris terlambat. Harley akhirnya telpon ke pihak UPH, untuk minta kelonggaran daftar ulang untuk 1-2 minggu.
Udah kebayang nih capeknya. Kata Mei di MM lebih banyak tugasnya daripada ambil MTI. Kata aku sih sama aja, sama-sama capeknya. Cuman yang di MM kaya’nya lebih banyak capeknya dari pada di MTI… Sok tau ya? kakaakak.. 😀

Today

Weleh! Capek skali hari ini. Hari senin=hari capek? Ke bank panin, mbetulin INTTL2, trus pulangnya ke Niaga Sudirman, mbalikin buku, trus makan sambil ngobrol bla-bla. Pulangnya mampir ‘bentar ke RS Harapan Kita Slipi. Padahal masih ada satu rencana lagi yang blum dikerjakan, yaitu mbayar cicilan ke BTN. Dibatalin takutnya banknya tutup. Ups, mbalik lagi donk ke kantor. Tapi sekarang … ya mbalik lagi alias pulang ke rumah.. wong udah waktunya koq!
🙂

Dejavu #2

Hm… tinggal 2 program lagi buat payment dan reversalnya ke Host Telkom Multimedia. Sebenarnya program2 tersebut mirip sekali dengan yang versi Hostnya Artajasa. Besuk pagi aja kali ya.. lagi ngga fit nih.. mana AC nya dingin banget.

Sepertinya aku belum ‘cerita’ ya kalau tuh program2 dibikin pake COBOL. Aku jadi inget sekitar tahun 1998 di Semarang, aku pernah menjadi asisten dosen di STIMIK AKI untuk praktikum pemrograman COBOL. Tapi COBOL yang versi PC. Ngga nyangka kalau sekarang diriku harus bermesraan dengan makhluk yang namanya COBOL. Padahal waktu itu –sumpah– aku ngga ngerti plus males jadi asisten bahasa pemrograman tsb. Waktu itu dosennya kalo ngga salah Pak Yonathan atau siapa ya? Where R U now? Hehehe… *biip kok jadi keinget masa lalu ya… Lain kali aja deh aku lanjutin episode semarangnya… Skrg mau sholat dulu, kalo masih kuat mikirnya aku lanjutin COBOL-nya.. kalo udah ngga ya… browsing bentar, trus pulang. 🙂

Dejavu #1

Barusan baca di detikinet tentang blogger, trus teringat kaya;nya dulu pernah nge-blogg. Pas dibuka, eh ternyata masih ada… Hmm, padahal sempat mau bikin lagi.

Gandhi’s quote

Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang
tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis;
dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi
hanya kamu sendiri yang tersenyum. (Mahatma Gandhi)

SAD BUT TRUE;

Pagi yang agak gerimis. Sepertinya akan ada satu orang teamku (JAVA) yang akan resign. Aku pikir, .. begitulah! There’s no eternality. Isu yang aku dengar, dia akhirnya OUT karena telah ‘dikhianati’ oleh system. Ya, kemarin pas aku dengar, dia mau resign dia langsung di-nego lagi oleh management dan diapun mendapatkan kenaikan salary (sekian persen). Tapi .. ternyata kenyataan mengatakan TIDAK. Top management dan HRG tidak setuju. Akhirnya diapun juga TIDAK setuju untuk betah di sini. Donny barusan crita, kalo dia juga pernah diperlakukan sama. Padahal dia udah di terima di company lain. Tapi akhirnya rencana resignnya dia batalkan ketika dijanjikan dapat sesuatu yang lebih baik. Tapi janji tersebut juga palsu belaka. Akhirnya dia tetep dalam kerangkeng, karena dia terlanjur membatalkan kontrak kerja dengan calon companynya yang baru. SAD BUT TRUE;