Puisi untuk Ibu

Meskipun dirimu manusia biasa
bagiku engkaulah malaikatku
yang tak pernah lelah
membimbingku

ibu, maafkanlah aku
yang dulu sering tidak memahamimu
yang kadang meremehkanmu

ibu engkaulah suwargo katon itu
tak pernah terlambat memberi kedamaian
semoga kau bahagia selalu
semoga aku dapat membahagiakanmu

ibu, hari ini kami memperingatimu
ibu, “selamat hari ibu”
terimalah salamku
dari anakmu

*suwargo katon, dalam bahasa jawa berarti surga yang terlihat, surga yang menjadi nyata.

[Edisi Lebaran #2] Summary

Mumpung belum amnesia, berikut summary lebaran kali ini. Lebaran di Surabaya jatuh pada hari Senin 23 Oktober 2006, berbeda dengan versi pemerintah (24 Oktober). Setelah lebaran, kami bersilaturahmi ke keluarga di Gresik. Ya, begitulah, seperti biasa, saling update jumlah keluarga, perkenalan keluarga baru, etc etc..

Besuknya ngga ke mana-mana, sekedar menikmati lebaran di rumah. Hmm .. penuh makanan, dan camilan enak. Kunyah-kunyah terus deh pokoknya.. 😀

Hari berikutnya, … jalan2! Sebenarnya udah rencana mau ke Bali. Tapi sepertinya.. malesss dan lihat di TV kok macet banget ya? Ngga jadi deh. Sebagai gantinya, akhirnya cuma ke Surabaya bersalju, dan liburan ke kuala lumpur, eh Sidoarjo, di rumah kakak.

Wah ternyata Sidoarjo kotanya sudah semakin ramai. Walaupun kata Mas Pulung cuma sauplik aja kotanya. Tadinya juga pingin lihat “lumpur sidoarjo”, yang ternyata jaraknya sekitar 5 Km dari rumah kakakku, tapi katanya waktu itu ditutup buat umum. Ngga jadi deh (lagian sebenarnya maless, ngapain liat lumpur).

Yang paling senang tuh Ammar, Salma, Salwaa, dan Zalfa, yang menikmati liburan kali ini. Agendanya antara lain, berenang di “Sun City”, trus ke Put-put Golf, dan terakhir makan malam sambil menikmati ‘live music’ di cafe. Bunda sempat request lagu My Heart kesukaan Ammar. Beberapa fotonya ada di sini.

Hari-hari berikutnya, kami istirahat di Surabaya, dan pada hari Minggu, saya pulang tidak bersama istri dan anak2 (hehe jadi bujangan lagi..), karena mereka ingin lebih lama di Surabaya.

Ditemani Fenti (adik saya), temen kerja Fenti yang di BI itu (sopo Fen jenenge?), dan juga (lagi2) bersama Air Asia, akhirnya diriku kembali ke Jakarta, eh Tangerang. Kali itu untuk naik ke pesawat, tidak setertib di bandara Soekarno-Hatta. Untungnya saya sendirian dan ngga bawa anak-istri, mereka pakai Adam Air seminggu lagi. Begitulah summarynya (setelah berpikir keraz, mengingat kronologinya). Sampai jumpa.

[Edisi Lebaran #1] AADC

Sebenarnya yang mau saya tulis ini sudah basbang, karena sudah lama kejadiannya. Tapi rasanya sudah lama ngga nulis jadi sepertinya ada panggilan hati (heheh, bahasanya…), untuk menuangkannya perasaan ke-narsis-an ini ke dalam tulisan.

Lebaran kali ini, kami giliran mudik ke keluarga di Surabaya. Untuk mendapatkan kepastian dan kemudahan, akhirnya saya memesan tiket Air Asia (AA) untuk kami berempat sejak sebelum puasa. Hmm mungkin terkesan paranoid alias ketakutan ngga dapat tiket. Tapi biarlah, yang penting saya mendapatkan tiket untuk pulang.

Continue reading “[Edisi Lebaran #1] AADC”

Kangen

terbang tinggi menerjang hamburan mega
menanjak menukik melayang bersenandung
di sebuah tikungan awan kecil mengeluh resah
“aku ingin turun… aku rindu rerumputan”
ya, dia selalu datang berbaju embun

di bawah sana di tepi cisadane
bocah kecil bermain layangan kertas
begitu senang bercanda dengan mentari
yang menjaga anginnya
dari pucuk-pucuk ranting yang nakal
“ah sebentar lagi dia akan menangis”, pikirku
karena gerimis telah mulai berbaris manis
menjemput rindunya
yang terkubur di keringnya ladang

Taqaballahu Minna wa Minkum

Saya atas nama pribadi, dan keluarga mengucapkan :
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1427 H.
Taqaballahu Minna wa Minkum.
Semoga Allah meridhoi ibadah puasa kita.
Minal aidzin wal faidzin.
Mohon maaf lahir dan batin.

Surprise! Surprise!

Suprise…!” Demikian teriak Salma, anak saya berusaha ngagetin saya. Saya sebenarnya tidak kaget dengan kejutan dia, karena ekspresi dan mimiknya jelas tidak mendukung. Demi menyenangkan dia, akhirnya sayapun menjadi ‘mendadak’ terkejut (pura-pura, maksudnya). Tapi, setelah berpikir sejenak, saya merasakan kejutan dia benar-benar mengagetkan, … mengejutkan! Apakah penyebabnya?

Continue reading “Surprise! Surprise!”

Ini tesis saya

Karena saya mendukung prinsip keterbukaan informasi, berikut ini adalah tesis saya, yang dapat diunduh di sini.

Sebenarnya saya cuma ingin menyimpan file di tempat yang mudah untuk dicari jika sewaktu-waktu ada yang membutuhkan, seperti halnya sebulan yang lalu, ketika ada teman yang membutuhkan (Hallo Sambi, udah beres belum tesis kamu?), saya mesti mencari filenya di PC di rumah, terus mengirim ke email ybs. Repot rasanya!

Selain itu saya mesti menghargai karya saya yang membutuhkan perjuangan untuk menyelesaikannya. Tidak lucu rasanya, jika softcopy tesis yang penuh kenangan itu hilang. ihik ihik ;(