Sedikit Cerita Wisuda

Setelah melewati perjuangan yang berliku, akhirnya selesai sudah kuliah saya di UPH yang ditandai dengan ritual wisuda! Sabtu kemarin, tanggal 10 Februari 2007, saya beserta alumni yang lain (tentunya), mengikuti sidang wisuda ke-10 di kampus UPH, tepatnya di Grand Chapel, Gedung C lantai 6.

Alhamdulillah acaranya berlangsung lancar, dan juga meriah. Tidak seperti wisuda S1 saya di Undip, wisuda kali ini benar-benar berbeda. Yang jelas tempatnya memang berbeda. Secara fisik, kampus UPH yang sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kampus undip yang negeri. Di gedung yang baru (Kampus C), fasilitas kampusnya benar-benar wow! Perpustakaan, laboratorium multimedia, bener2 bikin ngiler…xixixi. Juga kantin yang mereka klaim bertaraf internasional (Junk eh Food Junction Square), juga ada Gym center. Pokoknya asli bikin ngiler. Heheh kok malah ngomongin kampus.

Kembali tentang wisuda; Hal yang ngga bikin boring adalah adanya konser mahasiswa jurusan seni UPH di sela-sela acara formal. Lumayan bisa mencairkan suasana. Pidato Rektor yang mantan bos saya di company lama, Bapak Jonathan L. Parapak, seperti biasa, tidak membosankan dan selalu menarik. Lebih menarik lagi adalah sesi Pesan Wisuda yang disampaikan oleh Bapak Adrianus Mooy. Beliau menggantikan Xanana Gusmão (Presiden Timor Leste) yang sebelumnya dijadwalkan hadir. Pak Adrianus Mooy yang ex Gubernur BI tersebut mengkisahkan perjalanan dan perjuangan hidupnya yang penuh suka-duka. Di antaranya menceritakan bagaimana dia yang tinggal di daerah terpencil di Nusa Tenggara harus bersekolah yang jaraknya berkilo-kilo meter dengan jalan kaki (dan digendong Bapak Beliau) setiap hari. Yang berkesan dari Pesan Wisuda beliau adalah prinsip hidup yang disampaikan, yaitu choose the best, do the best, and lets Him to do rest.

Sekitar pukul 12 siang, acara wisuda selesai dan dilanjutkan dengan makan siang di kantin. Tapi sebelum ke kantin ada kejadian kecil yang bikin saya tersenyum. Yakni ketika turun dari ruang wisuda, di dalam lift saya ketemu dengan Ibu Ketua Program Studi, dan terjadilah perbincangan kecil.

“Skripsi, eh tesis kamu itu kok bisa masuk di google ya? Itu gimana?…”
Agak kaget plus bingung jawab apa, akhirnya saya jawab sekenanya saja.
“Eemmm.. Ibu tahu dari mana?”
Wah Ibu yang satu ini kuat banget ingatannya, masih ingat sama saya, padahal cuma diajar satu semester. Apakah karena saya… ah sudahlah. 😀
“Iya, itu kalau saya cari di google pakai nama saya kok ada tesis kamu, itu gimana? Apa kamu ada kerjasama dengan google…?”
Hah? ada kerjasama dengan google? Asli saya hampir ketawa. Tapi demi menjaga perasaan hormat saya, akhirnya saya jawab, kalau saya punya website di internet.

Dan .. “Cling!”, Lift berhenti di lantai 3 dan si-Ibu akhirnya turun. Sekarang giliran saya tersenyum, sambil memberikan penjelasan kepada istri saya yang dari tadi mengikuti perbincangan tersebut. Btw, terima kasih Bu, sudah mewisuda saya pada hari itu.

Begitulah sedikit cerita wisuda, skrinsutnya (foto) menyusul.

Update: Foto2 (skrinsut)

www.flickr.com

namora_id's photos tagged with wisuda More of namora_id’s photos tagged with wisuda

15 Replies to “Sedikit Cerita Wisuda”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *