Tiket

Pencarian menggunakan google dengan kata kunci ‘tiket’ menghasilkan daftar temuan yang berkaitan dengan tiket pesawat dan transportasi lainnya, disusul dengan tiket hiburan atau wisata. Mungkin hampir semua orang tahu, bahwa tiket merupakan alat yang dapat digunakan sebagai tanda untuk mendapatkan akses atau ijin memasuki suatu tempat/pertunjukan. Kata ‘tiket’ merupakan kata serapan dari bahasa Inggris, yakni ‘ticket’ yang memiliki arti yang kurang lebih sama.

Cukup, cukup untuk pelajaran bahasa hari ini. ­čÖé

Sejak 1 Juli tahun ini, tiket kereta api commuterline menggunakan tiket elektronik (berbentuk kartu) yang harus di-tap di mesin pembaca tiket, di gerbang (gate) masuk stasiun asal dan keluar stasiun tujuan. Meskipun relatif tertinggal dibandingkan negeri tetangga, penerapan tiket elektronik ini cukup bermanfaat, terutama untuk jenis tiket yang dapat digunakan untuk lebih dari sekali perjalanan (multi-trip). Dengan tiket multi-trip, penumpang tidak perlu antri untuk membeli tiket setiap akan naik kereta. Tapi kondisi implementasi di lapangannya ya gitu deh…

Nah udah cukup kan, curhatan penumpang KRL…

Iintinya, dengan memiliki sebuah tiket (eh kok sebuah ya?), pemiliknya  memperoleh hak atas manfaat dari tiket tersebut. Dalam batas tertentu, pemiliknya seperti memiliki sebuah kuasa, power, atas apa yang mungkin tidak dimiliki seandainya dia tidak memiliki tiket tersebut. Dan untuk sampai ke tahap itu, semua perlu usaha untuk mendapatkannya. *ya iya lah*

Sudah menjadi hukum alam, untuk mencapai kondisi tertentu, semua butuh effort, bahkan kadang dibutuhkan pengorbanan. Bahkan untuk mencapai sebuah struktur gas mulia, elektron harus melepaskan energinya, sehingga terbentuk sebuah ikatan dan sistem menjadi stabil.

Anak sekolah juga harus belajar untuk dapatkan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Murid yang lulus sekolah dengan nilai yang cukup bagus, sejatinya dia mendapatkan tiket untuk berkesempatan belajar di sekolah lanjutan yang relatif lebih bagus. Dan untuk itu semua tentunya diperlukan sebuah proses; kadang mudah, namun tidak jarang sulit.

Sayangnya beberapa orang kadang tidak melihatnya secara menyeluruh, melainkan hanya melihat kondisi hasil akhir. Tentu saja kadang ada yang bagus, atau bisa jadi jelek. Orang kadang lupa, di balik kondisi yang ada sekarang, terkandung sebuah cerita; sebuah proses.

Demikian.

Horeee bisa nge-blog lagi. *jingkrak2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *